MANAJEMEN
BIMBINGAN KONSELING
KONSEP
DAN PERMASALAHAN ADMINISTRASI
UNTUK
MEMENUHI SALAH SATU TUGAS
DOSEN
PENGAMPU : Nur Hafiza, M.Pd
o
l
e
h
Nur Aisyah :
0102173209
BIMBINGAN
PENYULUHAN ISLAM
FAKULTAS
DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI
SUMATERA
UTARA
MEDAN
2019/2020
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohiim.
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik,
dan ilhamnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan tugas ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga mind mapping dan
pembahasannya ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembaca. Pembuatan tugas ini disusun dalam rangka untuk menyelesaikan
tugas dari dosen saya ibu Nur Hafiza, M.Pd selaku pengampu materi Manajemen
Bimbingan Konseling. Harapan saya semoga tugas ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, saran dan kritik saya harapkan,
sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun
isi tugas ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Tugas ini saya akui
masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh
karena itu saya harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan pembuatan mind mapping dan pembahsannya ini.
Akhir
kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membaca tugas
saya ini, apabila ada kesalahan dalam penulisan saya mohon maaf. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhai kita semua. Aamiin.
Medan, 08 April 2020
penyusun
Mind Mapping :
KONSEP DAN
PERMASALAHAN ADMINISTRASI
A. Pengertian Administrasi
Administrasi pendidikan terdiri dari 2 kata yang
masing-masing mempunyai pengetian tersendiri. kata administrasi menurut asal
katanya berasal dari bahasa latin. Ad dan Ministrae, ad berarti intensif sedangkan
ministrae berarti melayani, membantu, dan memenuhi, jadi tugas utama seorang
adminisatrator/manajer adalah memberikan layanan prima.
Administrasi adalah kata kerja sedangkan kata bendanya
adalah administration dan kata sifatnya adalah administratiavus. dalam kegiatan
sehari-hari untuk istilah administrasi dibagi menjadi 2 pengertian yaitu :
Administrasi dalam pengertian yang sempit adalah suatu pekerjaan tata usaha
dalam kantor Administrasi dalam pengertian yang luas adalah seluruh proses
kerja sama orang atau lebih dalam mencapai tujuan bersama.
Defenisi administrasi
menurut para ahli :
1. Leonard D White
merumuskan sebaagai "administration is a process comman to all group
effort public or provaate, civil or millitaaary, large scaale or smaall
scall" (administrasi adalah suatu proses yang biasanya terdapat pada semua
usaha kelompok baik usaha pemerintah, ataupun swasta, sipil atau militer baik
secara besar-besaran ataupun kecil-kecilaan).
2. H.A.Simon "administration can be defined aas the aactivitiesa if group
cooperating to accomplish common goals" (administrasi dapat didefenisikan
sebagai kegiatan kelompok orang-orang yaang melakukan kerjasama untuk mencapai
tujuan bersama).
3. Dwoght Waldo
"administrasi adalah suaatu bentuk daya upaya manusia yang kooperatif yang
mempunyai tingkat rasionalaiteit yaang tinggi".
4. The Lianag Gie "administrasi adalah segenap proses penyelenggaraaaan
dalam segenap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan
tertentu". defenisi ini mendapat perubahan yatiu peoses penyelenggaraan diganti
dengan rangkaian penaataaan. kemudian lebih disempurnakan yaitu administraasi
adalah segenap rangkaian kegiatan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh
sekelompok orang dalam kerjasama mencapaai tujuan tertentu.
5. S.p Siagiaan " adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang
manusia atau lebih yang didasarkan pada rasionalitas tertentu untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
6. Parajudi Atmosudirjo
administrasi adalah pengendalian dan penggerakk dari suatu organisasi
sedemikiaan rupa sehingga organisasi itu menjadi hidup dan bergerak menuju
ketercapainya segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh administrator yakni
kepala organisasi.
Secara keseluruhan Pengertian Administrasi itu dapat ditinjau dari tiga sudut :
a. Administrasi dalam arti Institutionil, yang mana administrasi dimaksudkan
sebagai keseluruhan orang/kelompok orang-orang yang sebagai suatu kesatuan
menjalankan proses kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.
b. Administrasi dalam arti fungsionil, yang dimaksud dengan fungsionil ialah
segala kegiatan dan tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan (termasuk
juga didalamnya tindakan untuk menenyukan tujuan itu sendiri, atau dengan kata
lain bersifat melihat kedepan, artinya melihat kepada pencapaian tujuan pada
masa yang akan datang.
c. Administrasi sebagai proses, sebagai proses administrasi berarti
keseluruhan proses yang berupa kegiatan-kegiatan, pemikiran-pemikiran,
pengaturan-pengaturan sejak dari penentuan tujuan sampai penyelenggaraan
sehingga tercapainya suatu tujuan.
B. Proses Administrasi
Administrasi dapat dialami
dengan melihat, membahas, dan memahami prosesnya. Berbuat demikhan berarti
menganalisis langkah-langkah yang harus diambil langkah-langkah yang diambil
dalam proses administari pada dasarnya terdiri dari :
1. Perumusan dan Penentuan Tujuan Akhir
Pembahasan teori
administrasi tidak bisa tidak harus selalu dikaitkan dengan pencapaian
tujuan akhir yang ingin dicapai. Baik para teoritisi maupun para praktisi
mengakui bahwa suatu organisasi diciptakan dan administrasi dijalankan untuk
mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Tidak terlalu
penting untuk mempersoalkan siapa yang menentukan tujuan akhir tersebut. Pada
mulanya tujuan itu ditentukan oleh para pendiri organisasi yang kemudian
diusahakan pencapaiannya oleh para anggota organisasi yang bergabung kemudian.
2. Perihal Strategi Organisasi
Digunakan dalam konteks administrasi, istilah strategi
sinonim dengan kebijaksanaan dasar. Peranannya yang paling penting ialah :
a. Sebagai
langkah pertama yang diambil dalam usaha mewujudkan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
b. Sebagai
dasar untuk penyusunan dan penentuan rencana.
c. Sebagai
"rambu-rambu" utama penunjuk jalan yang seyogyanya ditempuh dalam
mengemudikan jalannya roda organisasi.
Suatu strategi ditetapkan setelah melalui dua tahap
yang mendahuluinya, yaitu tahap penyusunan dan tahap perumusan. Penyusunan
suatu strategi sebaiknya melibatkan seluruh jajaran organisasi, antara lain
sebagai sumber ide dan saran.3. Penyusunan dan Penentuan Rencana
a. Apa yang akan dikerjakan.
b. Di mana berbagai kegiatan akan diselenggarakan.
c. Bilamana berbagai kegiatan itu akan dilaksanakan.
d. Metode dan teknik kerja apa yang akan diterapkan.
e. Siapa yang akan melakukan apa, dan
f. Mengapa semua itu harus dilakukan.
4. Penyusunan Program Kerja
Suatu rencana bagaimanapun lengkapnya, masih perlu
dijabarkan secara sistematik. Hasil penjabaran itu adalah suatu program kerja
yang rinci. Rinci antara lain berarti :
a. Jawaban
terhadap pertanyaan-pertanyaan apa, bilamana, di mana, bagaimana, siapa dan
mengapa.
b. Terjadi
kuantifikasi dari hasil-hasil yang diharapkan tercapai di samping kejelasan
tentang mutu hasil pekerjaan sepanjang hasil tersebut dapat dikuantifikasikan.
c. Terdapat
kriteria pengukuran hasil dan prestasi kerja yang obyektif dan rasional.
d. Disusun sedemikian rupa sehingga tidak
lagi diinterpretasikan.
e.
Terdapatnya pola pengaturan interaksi antara seorang pelaksana dengan yang
lain.
5. Kegiatan Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan fungsi organik
manajemen yang kedua setelah perencanaan. Di samping materi pembahasan tentang
pengorganisasian yang telah dikemukakan di atas, yang menyangkut tipe-tipe
struktur organisasi dan prinsip-prinsipnya.5. Kegiatan Pengorganisasian
6. Kegiatan Penggerakan
Penggerakan merupakan salah satu langkah penting dalam
proses administrasi sekaligus merupakan salah satu fungsi organik manajemen.
Sebagai langkah dan fungsi organik, penggerakan merupakan hal yang sangat
penting, tetapi sekaligus paling sulit untuk dilaksanakan. 7.Penyelenggaraan Kegiatan Operasional
Selalu relevan untuk menekankan bahwa penyelenggaraan
seluruh kegiatan operasional dengan efisien, ekonomis dan efektif merupakan
salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam usaha mencapai tujuan dan
berbagai sasarannya. Penyelenggaraan seluruh kegiatan operasional merupakan
indikator yang paling penting tentang tepat tidaknya strategi, lengkap tidaknya
rencana, sistematik tidaknya program kerja, cocok tidaknya struktur dan tipe
organisasi yang digunakan mewadahi berbagai kegiatan, serta tidaknya teknik penggerakan
yang digunakan. 8. Hakikat Pengawasan dalam Proses Administrasi
Seperti telah dimaklumi pengawasan merupakan langkah dan sekaligus salah satu fungsi organik manajemen yang sangat penting. Dikatakan demikian karena melalui pengawasanlah diteliti apakah hal-hal yang tercantum dalam rencana dilaksanakan dengan baik atau tidak.
Seperti telah dimaklumi pengawasan merupakan langkah dan sekaligus salah satu fungsi organik manajemen yang sangat penting. Dikatakan demikian karena melalui pengawasanlah diteliti apakah hal-hal yang tercantum dalam rencana dilaksanakan dengan baik atau tidak.
9. Penilaian Sebagai Langkah dalam Proses Administrasi
Fungsi penilaian merupakan salah satu langkah dalam
proses administrasi. Penilaian didefinisikan sebagai keseluruhan kegiatan
pembandingan hasil yang nyatanya dicapai dengan hasil yang seharusnya dicapai
berdasarkan strategi, rencana dan program kerja yang telah ditetapkan
sebelumnya. 10.Penciptaan dan Pemanfaatan Sistem Umpan Balik
Pengetahuan tentang keberhasilan dan atau
kekurangberhasilan itu dapat diperoleh secara lengkap apabila para manajer
mampu menciptakan dan menggunakan suatu sistem umpan balik yang handal. Yang
dimaksud dengan sistem umpan balik yang handal adalah keseluruhan cara, metode
dan teknik penyampaian informasi yang akurat, mutakhir, lengkap dan dapat
dipercaya tentang segala sesuatu yang terjadi dan tidak terjadi dalam
organisasi dikaitkan dengan seluruh langkah dalam proses administrasi yang baru
saja terjadi.
C. Personil Pelaksana
Personil pelaksana
pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah segenap unsur yang terkait
dalam organigram pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dengan koordinator
dan guru pembimbing/konselor sebagai pelaksana utamanya. Uraian tugas
masing-masing personil tersebut adalah : 1. Kepala Sekolah sebagai penanggung
jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh, khususnya dalam Bimbingan dan
konseling Kepala sekolah memiliki tugas sebagai berikut :
*Mengkoordinasikan
seluruh kegiatan pendidikan, yang meliputi kegiatan pengajaran, pelatihan,
serta bimbingan dan konseling di sekolah;
*Menyediakan
dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan
dan konseling di sekolah;
*Memberikan
kemudahan bagi terlaksananya program bimbingan dan konseling di sekolah;
*Melakukan supervisi terhadap pelaksanaan
bimbingan dan konseling di sekolah;
*Menetapkan koordinator guru pembimbing yang
bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan bimbingan dan konseling di
sekolah berdasarkan kesepakatan bersama guru pembimbing.
**Menyiapkan surat pernyataan melakukan kegiatan bimbingan dan konseling sebagai bahan usulan angka kredit bagi guru pembimbing. Surat pernyataan ini dilampiri bukti fisik pelaksanaan tugas;
**Menyiapkan surat pernyataan melakukan kegiatan bimbingan dan konseling sebagai bahan usulan angka kredit bagi guru pembimbing. Surat pernyataan ini dilampiri bukti fisik pelaksanaan tugas;
*Mengadakan kerja sama dengan instansi
lain (seperti Perusahaan/Industri, Dinas Kesehatan, kepolisian, Depag), atau
para pakar yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling
(seperti psikolog, dan dokter).
2. Wakil Kepala Sekolah bertugas :
*Mengkoordinasikan
pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada semua personel sekolah.
*Melaksanakan
kebijakan pimpinan sekolah terutama dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling.
*Memberikan layanan orientasi seperti pengenalan sekolah dengan lingkungannya, tata tertib dan disiplin yang di tegakan sekolah.
3. Koordinator Bimbingan dan Konseling bertugas :
*Memberikan layanan orientasi seperti pengenalan sekolah dengan lingkungannya, tata tertib dan disiplin yang di tegakan sekolah.
3. Koordinator Bimbingan dan Konseling bertugas :
*Mengkoordinasikan
para guru pembimbing dalam: (a) memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan
konseling; (b) menyusun program bimbingan dan konseling; (c) melaksanakan
program bimbingan dan konseling; (c) mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan
konseling; (d) menilai program bimbingan dan konseling; dan (e) mengadakan
tindak lanjut.
*Membuat
usulan kepada kepala sekolah dan mengusahakan terpenuhinya tenaga, sarana dan
prasarana;
* Mempertanggungjawabkan
pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah.
4. Konselor atau Guru Pembimbing bertugas :
*Memasyarakatkan
kegiatan bimbingan dankonseling (terutama kepada siswa).
*Merencanakan
program bimbingan dan konseling bersama kordinator BK.
* Merumuskan
persiapan kegiatan bimbingan dan konseling.
*Melaksanakan
layanan bimbingan dan konseling terhadap siswa yang menjadi tanggung jawabnya
(melaksanakan layanan dasar, responsif, perencanaan individual, dan dukungan
sistem).
* Mengevaluasi
proses dan hasil kegiatan layanan bimbingan dan konseling.
*Menganalisis
hasil evaluasi.
*Melaksanakan
tindak lanjut berdasarkan hasil analisis penilaian.
*Mengadministrasikan
kegiatan bimbingan dan konseling.
*Mempertanggungjawabkan
tugas dan kegiatan kepada koordinator guru pembimbing atau kepada kepala
sekolah.
*Menampilkan
pribadi sebagai figur moral yang berakhlak mulia (seperti taat beribadah,
jujur; bertanggung jawab; sabar; disiplin; respek terhadap pimpinan, kolega,
dan siswa).
*Berpartisipasi
aktif dalam berbagai kegiatan sekolah yang menunjang peningkatan mutu
pendidikan di sekolah.
5. Guru Mata Pelajaran bertugas :
5. Guru Mata Pelajaran bertugas :
v Membantu
memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
v Melakukan
kerja sama dengan guru pembimbing dalam mengidentifikasi siswa yang memerlukan
bimbingan dan konseling.
v Mengalihtangankan
(merujuk) siswa yang memerlukan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing.
v Mengadakan
upaya tindak lanjut layanan bimbingan dan konseling (program perbaikan dan
program pengayaan, atau remedial teaching).
v Memberikan
kesempatan kepada siswa untuk memperoleh layanan bimbingan dan konseling dari
guru pembimbing.
v Membantu
mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian layanan bimbingan
dan konseling.
v Menerapkan
nilai-nilai bimbingan dalam PBM atau berinteraksi dengan siswa, seperti :
bersikap respek kepada semua siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya, atau berpendapat, memberikan reward kepada siswa yang menampilkan
perilaku/prestasi yang baik, menampilkan pribadi sebagai figur moral yang
berfungsi sebagai ”uswah hasanah”.
6. Wali Kelas bertugas :
6. Wali Kelas bertugas :
v Membantu
guru pembimbing melaksanakan layanan bimbingan dan konseling yang menjadi
tanggung jawabnya.
v Membantu
memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya di kelas yang menjadi
tanggung jawabnya, untuk mengikuti layanan bimbingan dan konseling.
v Memberikan
informasi tentang keadaan siswa kepada guru pembimbing untuk memperoleh layanan
bimbingan dan konseling.
v Menginformasikan
kepada guru mata pelajaran tentang siswa yang perlu diperhatikan secara khusus
dalam belajarnya.
7. Staf Administrasi
7. Staf Administrasi
v Membantu
guru pembimbing (konselor) dan koordinator BK dalam mengadministrasikan seluruh
kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah;
v Membantu
guru pembimbing dalam menyiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling.
v Membantu
guru pembimbing dalam menyiapkan sarana yang diperlukan dalam layanan bimbingan
dan konseling
v Menerima,
menyimpan dan memberikan data atau informasi yang di perlukan untuk kelancaran
program layanan.
D. Kegiatan Administrasi
Kegiatan-kegiatan administrasi tersebut
secara singkat dapat dimengerti sebagai berikut :
1. Pengorganisasian
adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat,
tugas-tugas, tanggungjawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu
struktur atau susunan organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan
dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Hasil dari kegiatan
pengorganisasian ini yaitu struktur organisasi beserta hubungan wewenang dan
tanggungjawabnya.
2. Manajemen adalah rangkaian kegiatan menentukan tujuan, merencanakan, menggerakkan atau mengkoordinasi, dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan untuk menjamin pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
2. Manajemen adalah rangkaian kegiatan menentukan tujuan, merencanakan, menggerakkan atau mengkoordinasi, dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan untuk menjamin pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
3.Tata informasi atau tatausaha adalah perbuatan
mengenai pembuatan, pengiriman, peminjaman, pemeliharaan, penyimpanan, dan
penyusutan keterangan untuk menunjang dan memperlancar usaha kerjasama untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan.
4.Tata komunikasi atau tatahubungan
adalah kegiatan berupa penyampaian pesan (data, informasi, keterangan, berita)
mengenai sesuatu hal atau peristiwa yang ada atau terjadi dalam rangka usaha
kerjasama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
5. Tata kepegawaian
adalah perbuatan mengurus penggunaan tenaga kerja manusia yang berupa penentuan
kebutuhan tenaga kerja, pencarian, pelamaran, pengujian, penerimaan,
pengangkatan, penempatan, penggajian, penyejahteraan, pengembangan, pemutasian,
promosi, dan pemberhentian tenaga kerja dalam rangka suatu usaha kerjasama
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
6. Tata keuangan adalah
perbuatan berupa penyusunan anggaran belanja, penentuan sumber biaya, cara
pemakaian, pembukuan, dan pertanggungjawaban atas pembiayaan dalam usaha
kerjasama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
7. Tata perbekalan adalah
kegiatan berupa pengadaan, pencatatan, pengaturan pemakaian, pemeliharaan, dan
penyingkiran barang-barang dalam usaha kerjasama untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan.
8. Tata hubungan
masyarakat adalah perbuatan mengusahakan saling pengertian dan hubungan baik
antara suatu organisasi dengan masyarakat sekitarnya.
E. Masalah dan Solusi
Diantara masalah yang timbul dalam pelaksanakan administrasi bimbingan dan konseling adalah :
E. Masalah dan Solusi
Diantara masalah yang timbul dalam pelaksanakan administrasi bimbingan dan konseling adalah :
1. Dalam hal peran dan fungsi
personalia dalam pelaksanaan administrasi sering kali tidak mengetahui secara
pasti tanggung jawabnya sesuai dengan aturan main yang sebenarnya dalam lingkup
sekolah.
2. Masih kurangnya sarana dan prasaran
dalam menunjang kelancaran sistem administrasi yang di butuhkan di
sekolah-sekolah yang di dalamnya
termasuk Fasilitas untuk
pelayanan (tempat kegiatan, instrumen BK, Perangkat elektronik, buku panduan
dan lain-lain).
3. Masih adanya ketimpangan antara
jumlah guru pembimbing dengan jumlah siswa asuh, akibatnya guru pembimbing
tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.
Dalam rangka menanggulangi atau
mengurangi masalah-masalah dalam pelaksanaan administrasi dapat di lakukan
dengan berbagai solusi, diantaranya dilaksanakan melalui :
1. Kerja sama antara guru pembimbing/konselor.
2. Kerja sama antarpersonil sekolah.
3. Kegiatan pengawasan yang sesuai
standar oleh pengawas sekolah bidang bimbingan dan konseling.
4. Pengembangan fasilitas layanan.
5. Pertemuan kesejawatan professional,
penataran, lokakarya, pertemuan ilmiah, keikutsertaan dalam organisasi profesi
bk dan studi lajutan.
Referensi
:
Burhanuddin Yusak. 2005. “Administrasi Pendidikan”, Pustaka
Setia, Bandung.
Dewa Ketut Sukardi.
2008. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling Di Sekolah.
Jakarta: Rineka Cipta.
Gunawan Ary H.
1996 .“Administrasi pendidikan sekolah” . Rineka Cipta:
Jakarta.




- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact